Kamis 24 Juli 2014
  Beranda
  Pengurus Organisasi
  Kode Etik
  Hams Radio Link
  Berita Internasional
  Berita Nasional
  Berita Daerah/Lokal
  Photo Kegiatan
  ORARI Daerah
  Pengurus Web
  Buku Tamu
  Kontak Kami
 
  Cari Artikel
 
   
 
   
Berapa ketinggian minimal antenna untuk 15 Meter band agar mendapatkan jangkauan terbaik untuk DX QSO
5 meter
10 Meter
15 Meter
20 Meter
Hasil Rakernas
20 Juli 2007, Reporter: ORARI Pusat
HASIL KOMISI " A"
RAKERNAS ORARI 2007

BIDANG
ORGANISASI & KEUANGAN

BIDANG ORGANISASI & KEUANGAN
NOMOR OK - 01
TOPIK PENYERAGAMAN LAMBANG - LAMBANG ORARI

1. LATAR BELAKANG

Lambang-lambang ORARI adalah merupakan tanda-tanda kehormatan Organisasi, yang harus di miliki dan di buat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

a. Ketentuan tentang Pataka dan Duaja ORARI, telah ditetapkan dalam Keputusan Ketua Umum Nomor 26/P/KU/82 tertanggal 17 Agustus 1982 yang selanjutnya perkuat dengan Keputusan Munas VIII ORARI tahun 2006 nomor Kep-08/Munas/2006

b. Ketentuan tentang Logo ORARI, telah ditetapkan dalam Keputusan Ketua Umum Nomor 07/P/KU/82 tertanggal 5 Oktober 1982 yang selanjutnya dikuatkan dengan Keputusan Munas VIII ORARI tahun 2006 nomor Kep-08/Munas/2006

2. PERMASALAHAN

a. Masih banyak PATAKA dan DUAJA yang dimiliki oleh ORARI Daerah dan Lokal yang bentuk dan warnanya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. Masih banyak bentuk dan warna logo ORARI yang digunakan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT

Agar ORARI Daerah dan ORARI Lokal menyesuaikan PATAKA & Duadja yang dimiliki sebagaimana ketentuan yang berlaku, paling lambat 3 bulan setelah Rakernas.


4. PEMECAHAN MASALAH

Untuk keseragaman PATAKA dan DUAJA ORARI Daerah maka dibuat oleh ORARI Pusat sesuai dengan ketetapan MUNAS dan mengenai biaya ditanggung oleh masing-masing ORARI DAERAH.


BIDANG ORGANISASI & KEUANGAN
NOMOR OK - 02
TOPIK PENYERAGAMAN ATRIBUT ORARI

1. LATAR BELAKANG

Atribut ORARI adalah merupakan tanda / ciri ORARI.

2. PERMASALAHAN

a. Belum ada ketentuan yang mengatur tentang Atribut ORARI baik yang digunakan Organisasi maupun Anggota seperti :

1) Penggunaan Logo
2) Ketentuan Penggunaan Seragam ( Tshist, Baju, Jaket, Topi dll. )

b. Bentuk Jaket, Rompi dan Topi hasil Sayembara kurang disosialisasikan dan diatur penggunaannya.

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT

Perlu segera dibentuk Team Kerja untuk menyusun Ketentuan dan petunjuk pelaksanaan penggunaan Atribut ORARI, dengan masukan dari ORARI Daerah

4. PEMECAHAN MASALAH

ORARI Pusat membuat petunjuk pelaksanaan tentang penggunaan atribut dan logo organisasi.


BIDANG ORGANISASI & KEUANGAN
NOMOR OK - 03
TOPIK KARTU TANDA ANGGOTA ORARI

1. LATAR BELAKANG

a. Kartu tanda Anggota ORARI adalah merupakan dokumen tanda pengenal anggota dari sebuah Organisasi, yang memiliki berbagai fungsi.

b. Kartu tanda anggota adalah salah satu media data base dari organisasi.

2. PERMASALAHAN

a. Bentuk KTA ORARI yang diterbitkan oleh ORARI Pusat, amat memudahkan terjadinya pemalsuan penerbitan KTA, oleh oknum-oknum tertentu di tingkat Daerah dan Lokal, serta kurang menimbulkan kebanggaan maupun keuntungan tambahan bagi pemilikinya.

b. Dengan sistim penerbitan Blanko KTA oleh ORARI Pusat dan tidak lancarnya laporan pendistribusian dari ORARI Daerah, telah mengakibatkan penghimpunan data yang tidak akurat.

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT

a. Perlu segara diterbitkan KTA dengan bentuk yang lebih baik.

b. Proses penerbitan (baik pembuatan maupun pengisian data ) dilakukan secara sentral oleh ORARI Pusat, sehingga database dapat terhimpun dengan akurat.

c. Agar ORARI Pusat menerbitkan Program Data Base yang terpadu dan On Line yang dapat digunakan oleh ORARI Pusat, Daerah dan lokal

4. PEMECAHAN MASALAH

a. Akan diterbitkan KTA dengan bentuk yang lebih baik oleh ORPUS.
b. Proses penerbitan KTA bentuk baru dilakukan secara sentral dan dimasukan pada program database.
c. Apabila masa berlaku KTA sudah habis maka akan diganti dengan bentuk yang baru dan tidak dikenakan biaya pada anggota.
d. Bagi anggota yang KTA nya belum habis masa berlaku dan ingin mengganti kepada bentuk yang baru akan dikenakan biaya sebesar Rp. 10000


BIDANG ORGANISASI & KEUANGAN
NOMOR OK - 04
TOPIK IURAN ANGGOTA & TATACARA PEMBAYARAN

1. LATAR BELAKANG

a. Iuran Anggota adalah merupakan sumber utama keuangan Organisasi, dalam melakukan kegiatannya.

b. Iuran Anggota yang distorkan ke ORARI Pusat adalah termasuk kewajiban Organisasi terhadap IARU.

c. Besarnya iuran anggota ditetapkan dalam Musyawarah Nasional, Daerah dan Lokal yang diselenggarakan 5 tahun sekali.

2. PERMASALAHAN

Tidak semua Iuran anggota untuk ORARI Pusat & IARU diterima oleh ORARI Pusat, (yang masuk hanya 30 s/d 40 % )

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT

Perlu di kaji kembali ketetapan tentang tatacara pembayaran iuran anggota untuk ORARI Pusat & IARU, sehingga iuran tersebut dapat diterima seutuhnya oleh ORARI Pusat.

4. PEMECAHAN MASALAH

a.Tata cara pembayaran iuran anggota ke pusat tetap seperti biasa, dan mengenai
pendistribusian KTA bentuk baru akan disesuaikan dengan kebutuhan KTA daerah
masing-masing.

b. Agar dibuat format laporan keuangan dan inventaris yang standard.


BIDANG ORGANISASI & KEUANGAN
NOMOR OK - 05
TOPIK PANDUAN KEGIATAN (MUSDA, MUSLOK, RAKERDA, RAKERLOK, HAMFEST, PENGUKUHAN PENGURUS, PELANTIKAN ANGGOTA )

1. LATAR BELAKANG

Kegiatan Acara Organisasi seperti Musda, Muslok, Rakerda, Rakerlok, Pengukuhan Pengurus, Pelantikan Anggota dsb. adalah suatu kegiatan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga.

2. PERMASALAHAN

Belum ada ketentuan/Panduan yang baku dan standard, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan Acara Organisasi seperti Musda, Muslok, Rakerda, Rakerlok, Pengukuhan Pengurus, Pelantikan Anggota dsb, Panitia Pelaksana sering mengalami kesulitan.

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT

Agar ORARI Daerah memberikan masukan selambat-lambatnya 2 bulan setelah Rakernas ORARI tahun 2007 untuk penerbitan petunjuk pelaksanaan Kegiatan Seremonial Organisasi

4. PEMECAHAN MASALAH

ORARI Pusat agar membuat buku panduan yang baku dan standard untuk pelaksanaan kegiatan organisasi.


BIDANG ORGANISASI & KEUANGAN
NOMOR OK - 06
TOPIK WEB SITE & MILLIS ORARI

1. LATAR BELAKANG

a. Web Site ORARI adalah merupakan media penyampaian Informasi dan Pembinaan Amatir Radio serta Organisasi yang cepat dan akurat.
b. Millis adalah media komunikasi terbuka antar Pemilik Email yang sangat tepat untuk digunakan sebagai sarana pertukaran Informasi maupun diskusi bagi para pemilik Email.

2. PERMASALAHAN

a. Belum semua ORARI Daerah dan Lokal memiliki Email Address sendiri, dan sebagian masih menggunakan Email Address yang sering berganti-ganti, sehingga kurang lancarnya proses pendistribusian Informasi.
b. Maraknya website yang dimiliki ORARI Daerah dan Lokal namun tidak dipublikasikan khususnya ke Anggota ORARI, sehingga banyak anggota ORARI maupun masyarakat tidak mengetahui tentang website keberadaan tersebut.

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT

a. Agar seluruh ORARI Daerah menggunakan Email Address yang standard dengan memanfaatkan fasilitas dari web site yang di kelola ORARI Pusat ( misal : dkijkt@orari.or.id, dki_cilandak@orari.or.id dst)

b. Agar seluruh ORARI Daerah dan Lokal mengikuti millis : Pengurus_orari@yahoogroups.com agar memudahkan koordinasi dan konsolidasi antar pengurus ORARI.

c. Agar ORARI Daerah dan Lokal memberikan masukan dan data tentang kegiatan yang dilaksanakan di Daerah/lokalnya untuk di muat dalam Web Site ORARI.

d. Bagi ORARI Daerah/Lokal yang telah memiliki web site sendiri agar dilaporkan ke pengelola web site ORARI Pusat, sehingga dapat dijadikan link/ sub bagian dari Web Site ORARI.

4. PEMECAHAN MASALAH

Masing-masing ORDA agar mengupayakan website atau email address.

BIDANG ORGANISASI & KEUANGAN
NOMOR OK - 07
TOPIK TANDA PENGHARGAAN ORARI

1. LATAR BELAKANG

a. Tanda Penghargaan yang diberikan kepada Anggota ORARI baik dari Pemerintah maupun Organisasi, adalah merupakan kebanggaan bagi yang bersangkutan maupun ORARI Daerah dan Lokal nya.
b. Tanda Penghargaan tersebut adalah merupakan pemicu semangat bagi yang bersangkutan maupun anggota lainnya..


2. PERMASALAHAN

a. Kreterian Pemberian Tanda Penghargaan kepada Amatir Radio baik oleh Pemerintah maupun Organisasi kurang jelas dan kurang transparan, sehingga munculnya berbagai kecurigaan dan kecemburuan dikalangan anggota.
b. Belum adanya Tanda Penghargaan khusus bagi Amatir Radio yang telah cukup lama menjadi anggota ORARI.


3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT

a. Ketentuan tentang tatacara penilaian dan penerbitan Tanda Penghargaan ORARI perlu di kaji kembali.

b. Perlu di terbitkan Tanda penghargaan bagi mereka yang telah menjadi Anggota ORARI lebih dari 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun

4. PEMECAHAN MASALAH

a. ORPUS agar membuat tim khusus yang bertugas menyusun kriteria dalam menentukan penerima tanda penghargaan.

b. Bentuk setifikat seragam.

c. Bentuk piagam penghargaan/ucapan terimakasih diserahkan kepada ORDA.


BIDANG ORGANISASI & KEUANGAN
NOMOR OK - 08
TOPIK SEJARAH ORARI

1. LATAR BELAKANG

Sejarah ORARI adalah merupakan catatan perjalanan dan pengabdian dari ORARI dan Amatir Radio Indonesia, yang dapat digunakan sebagai referensi bagi Anggota ORARI dan media memperkenalkan Amatir Radio secara benar kepada Masyarakat.

2. PERMASALAHAN

a. Belum adanya buku tentang sejarah Amatir Radio Indonesia maupun ORARI .

b. ORARI Pusat telah membentuk team Penelusuran Sejarah ORARI dan telah menerbitkan buku tentang sejarah ORARI, namun belum hasilnya belum maksimal

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT

Agar ORARI Daerah segera menyusun dan mengirimkann Sejarah ORARI di Daerahnya masing-masing untuk selanjutnya dikirimkan ke ORARI Pusat agar dapat dihimpun menjadi buku Sejarah ORARI .

4. PEMECAHAN MASALAH

a. Setiap ORARI Daerah menjadi kontributor untuk penyempurnaan sejarah ORARI
yang telah dibuat.

b. ORDA agar membuat sejarah berdirinya ORARI daerah masing-masing.


BIDANG ORGANISASI & KEUANGAN
NOMOR OK - 09
TOPIK MAJALAH ORARI


1. LATAR BELAKANG

Majalah ORARI merupakan media informasi dan Pembinaan bagi Anggota ORARI dan merupakan media informasi bagi Masyarakat tentang kegiatan Amatir Radio di Indonesia.

ORARI Pusat telah menerbitkan edisi perdana dari Majalah triwulan ORARI dengan nama m-ORARI yang didistribusikan kepada seluruh ORARI Daerah dan Lokal serta Pemerintah baik ditingkat Pusat, Daerah maupun Kabupaten/kota

2. PERMASALAHAN

Masih minimnya informasi dan data yang diperoleh redaksi .

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT

Agar ORARI Daerah dan Lokal mengirimkan secara rutin Informasi tentang kegiatan di Daerah dan Lokalnya masing-masing, agar dapat dimuat dalam m-ORARI edisi berikutnya.


4. PEMECAHAN MASALAH

Setiap anggota diharapkan memberikan sumbangan tulisan dan cerita pendek tentang kegiatan ORARI yang dihimpun melalui ORARI Daerah.


BIDANG ORGANISASI & KEUANGAN
NOMOR OK - 10
TOPIK KOORDINASI DENGAN PEMERINTAH

1. LATAR BELAKANG

a. ORARI .adalah potensi Nasional dan merupakan cadang nasional dibidang komunikasi

b. Hampir tidak ada kegiatan penanggulangan bencana maupun pelaksanaan event2 nasional tidak melibatkan ORARI

2. PERMASALAHAN

a. Minimnya peralatan dan sarana yang dimiliki ORARI baik di tingkat Daerah maupun Lokal, menimbulkan kesulitan dalam melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pengendalian anggota ORARI
b. Kerjasama dengan Pemerintah daerah dalam mengatasi permasalah tersebut dirasakan belum terlaksana dengan baik..

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT

a. Agar ORARI Pusat menerbitkan surat rekomendasi kepada seluruh pemerintah daerah, untuk memberikan dukungan Sarana dan prasarana yang diperlukan dalam melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pengendalian anggota ORARI.

b. Agar ORARI Daerah dan Lokal secara aktif melakukan pendekatan terhadap Pemerintah Daerah masing-masing guna kelancaran dalam melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pengendalian anggota ORARI diwilayahnya masing-masing
.
4. PEMECAHAN MASALAH

a. ORARI Pusat agar proaktif terhadap tindak lanjut MOU yang telah dibuat di tingkat pusat.

b. ORARI Daerah agar proaktif terhadap tindak lanjut MOU yang telah dibuat oleh ORARI Pusat.



HASIL KOMISI B
RAKERNAS ORARI 2007
BIDANG PEMBINAAN & OPERASI

HASIL PEMBAHASAN KOMISI B RAKERNAS ORARI 2007
BIDANG PEMBINAAN & OPERASI

Menugaskan kepada ORARI Pusat masa bakti 2006-2011 untuk membentuk kelompok kerja untuk:
1. Memberikan masukan kepada Pemerintah mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki untuk kepentingan seluruh kegiatan Amatir Radio
2. Menyusun Pedoman Pengelolaan Kegiatan Amatir Radio di lembaga pendidikan melalui suatu pilot project dengan ketentuan, antara lain:
a. MOU dilakukan antara ORARI Daerah dengan Perguruan Tinggi
b. Pembinaan dilakukan oleh ORARI Lokal dimana Perguruan Tinggi bersangkutan berada.
c. Penanggung jawab stasiun adalah Faculty Staff yang memiliki callsign.
d. Kegiatan diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada Amatir Radio.
3. Menyusun Pedoman Pengelolaan / Pembentukan Unit Kegiatan Amatir Radio, seperti : CW, DX, digital communication, public service dll, dengan ketentuan antara lain:
a. Amatir Radio dengan minat tertentu dihimpun di ORARI Lokal ORARI Lokal membentuk kelompok minat tertentu yang beranggotakan anggota dari lokalnya. Ketua kelompok tersebut adalah ex-officio pengurus Lokal.
b. Ketua kelompok lokal berhimpun di tingkat daerah, yang dikoordinir oleh ex-officio pengurus ORARI Daerah.
c. Khusus untuk kegiatan penanggulangan bencana, perlu disusun prosedur tetap "Sistem Pengelolaan dan Pembinaan Potensi Penanggulangan Bencana" serta berkoordinasi dan mengadakan perjanjian kerjasama dengan instansi pemerintah dan institusi terkait.
4. Menyusun Paket Diklat, di antaranya : kurikulum dan silabus yang baku dan berjenjang dalam bentuk Panduan Pembinaan dan pegangan (materi dan soal) yang antara lain menjelasakan tentang : sejarah, kegiatan AR dan bagaimana melaksanakan kegiatannya untuk digunakan, baik oleh Calon Anggota, Anggota maupun mentor/ pembina.
5. Untuk meningkatkan kualitas dan kwantitas kegiatan, perlu adanya pengkajian dan penetapan standar atas award program yang ada. ORARI Daerah diharapkan dapat lebih mendorong anggotanya untuk lebih banyak aktif bekerja di band agar diburu oleh para award hunters serta mengaktifkan award checker yang ditunjuk. Sejalan dengan itu, mengaktifkan pula QSL Biro Daerah dan Lokal untuk melancarkan lalu lintas QSLcard.
6. Dalam hal monitoring, perlu adanya pengkajian ulang aturan yang ada, disesuaikan dengan aturan yang akan ditetapkan dengan disertai sanksi bagi pelanggarnya.
7. ORARI Pusat agar mendata dan mengevaluasi contest yang ada untuk direkomendasikan menjadi kegiatan nasional.
8. Menetapkan aturan lomba dengan ketentuan dan jenis yang disesuaikan dengan tingkat kecakapan yang dimiliki pesertanya.
9. Menjajaki kemungkinan dibentuknya Tim Nasional untuk dapat berprestasi dalam kontes internasional.
10. Khusus untuk penyelenggara Nusantara Net agar segera diadakan penataan agar dapat dilaksanakan secara lebih tertib dan memuat aturan yang berlaku secara internasional.

BIDANG PEMBINAAN & OPERASI
NOMOR PO - 01
TOPIK PAKET DIKLAT

1. LATAR BELAKANG
a. Tidak seragamnya pemahaman anggota tentang Amatir Radio.
b. Tidak seragamnya keahlian pada tingkat kecakapan tertentu.

2. PERMASALAHAN
a. Belum tersedianya silabus standar tentang amatir radio di indonesia.
b. Tidak mencukupinya jumlah voluntir / elmer / tutor yang sanggup dan mampu melakukan tutorial.
3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT
a. Bentuk tim kerja nasional untuk merumuskan dan menghasilkan
1) silabus standar Amatir Radio Indonesia
2) bank soal untuk ujian calon anggota dan kenaikan tingkat (peraturan, teknik radio)
b. Daerah melakukan pendekatan ke dinas propinsi agar dinas propinsi ikut juga menggunakan silabus dan soal ujian tersebut.
c. Menerbitkan buku panduan beserta soal tanya jawab bagaimana menjadi amatir radio secara nasional.
d. Setiap lokal di indonesia melalui koodinasi daerah mengkader anggotanya untuk menjadi tutor.
4. PEMECAHAN MASALAH
Tambahan Usulan:
Jatim: Orpus mengeluarkan buku panduan, a.l berisikan ttg sejarah, op procedure, kegiatan, peraturan, dll, dengan memperhatikan distribusinya kepada Orda dan Orlok. Diharapkan diberikan GRATIS.
NTB: Distribusi bukan persoalan mudah. Diharapkan ada e-library di situs ORARI Pusat.
Kaltim: Tetap perlu softcopy yang dikirimkan secara fisik. Materi perlu terus di-update, terutama terkait peraturan.
Banten: Buku panduan sudah pernah ada. Sebelum Munas di Serpong, pernah dibentuk Tim Silabus, namun belum ada hasilnya. Untuk materi silabus, perlu kerja sama dengan Balmon.
Sulteng: Optimalisasi pembinaan. Pengurus Orda harus langsung terlibat dalam proses pembinaan.
Sultra: Panduan juga harus memperhatikan kualifikasi / hierarki kecakapan. Perlu pula pelatihan berjenjang.

KESEPAKATAN Buku Panduan diharapkan selesai dalam waktu 6 bulan
BIDANG PEMBINAAN & OPERASI
NOMOR PO - 02
TOPIK PENGEMBANGAN PROGRAM KEGIATAN (Rekomendasi Munas VIII)

1. LATAR BELAKANG
a. Peningkatan jumlah dan kualitas anggota dari lembaga pendidikan
b. Kerjasama saling menguntungkan dengan lembaga pendidikan

2. PERMASALAHAN
a. Belum adanya pola standar dalam melakukan pendekatan lembaga pendidikan
b. Belum banyak kerjasama dengan lembaga pendidikan

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT
a. Agar ORARI Pusat membentuk tim kerja untuk merumuskan bersama pola pendekatan dan kerjasama dengan lembaga pendidikan
b. Setelah dirumuskan, agar ORARI daerah melakukan pendekatan dan melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan.

4. PEMECAHAN MASALAH
a. Perlu adanya Pilot Project yang dipelopori oleh ORARI Pusat.
b. Perlu MOU dengan Perguruan Tinggi.
c. Penanggung jawab Stasiun harus Amatir Radio.


BIDANG PEMBINAAN & OPERASI
NOMOR PO - 03
TOPIK PEMBENTUKAN UNIT KEGIATAN AMATIR (Rekomendasi Munas VIII)

1. LATAR BELAKANG
a. Beraneka ragam kegiatan yang ditekuni Amatir Radio dalam mengembangkan bakat dan minatnya, baik dalam bidang teknik elektronika radio maupun komunikasi.
b. Diperlukan adanya wadah khusus yang menampung dan mengarahkan masing-masing minat tersebut dalam kelompok minat guna peningkatan kemampuan dan ketrampilan Amatir Radio.
c. Munculnya berbagai Kelompok minat dalam anggota amatir yang ingin membuat wadahnya agar minat dan bakatnya di bidang tertentu tersalurkan dan berkembang secara efektif.

2. PERMASALAHAN
Belum terbentuknya sistim pembinaan dan pengendalian secara khusus baik di tingkat Daerah maupun Lokal, guna mewadahi masing-masing minat anggota ORARI seperti kegiatan Digital Komunikasi, DX'ing, Amateur Radio Direction Finding, CW dll,

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT
a. ORARI Lokal membentuk kelompok minat tertentu yang beranggotakan anggota dari lokalnya,. Ketua kelompok tersebut adalah ex-officio pengurus Lokal.
b. Ketua kelompok lokal berhimpun di tingkat daerah, yang dikoordinir oleh ex-officio pengurus ORARI Daerah.
c. Bila skalanya cukup besar, dapat dibentuk kelompok dengan skala nasional yang terdiri dari para ketua koordinator kelompok Daerah yang dikoordinir oleh ex-officio pengurus ORARI Pusat.

4. PEMECAHAN MASALAH
Tambahan Usulan:
NTB: Orpus perlu membuat pilot project.
Jateng: Dalam hal kerjasama dengan Perguruan Tinggi, perlu pula diperhatikan standar minimal. Dalam implementasinya, memperhatikan heterogenitas anggota.
Jatim: Kegiatan club station di perguruan tinggi boleh diikuti oleh non-callsigner, di bawah tanggung jawab Amatir Radio yang ditunjuk.

USUL/ ALTERNATIF DISEPAKATI


BIDANG PEMBINAAN & OPERASI
NOMOR PO - 04
TOPIK KONTES KOMUNIKASI

1. LATAR BELAKANG
Kegiatan kontes komunikasi Amatir Radio adalah merupakan upaya pembinaan dan peningkatan ketrampilan Amatir Radio serta ajang ujicoba kemampuan Amatir Radio, khususnya dalam bidang komunikasi

2. PERMASALAHAN
Masih terdapatnya Pelaksanaan Kontes Komunikasi yang dilaksanakan dengan tidak terkoordinasi dengan baik dan tidak sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Keputusan Ketua Umum ORARI Nomor Kep-127/OP/KU/91 tertanggal 22 April 1991, sehingga sering terjadi tumpang tindih dengan pelaksanaan kontes komunikasi dengan daerah lainnya

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT
Agar ORARI Daerah mengirimkan rencana kegiatan kontes komunikasi guna penyusunan penjadwalan Pelaksanaan Kontes Komunikasi secara terpadu dalam bentuk kalender kegiatan.

4. PEMECAHAN MASALAH
Tambahan Usulan:
YB2SV: Tidak harus create kegiatan baru. Kegiatan yang pernah ada perlu dievaluasi, antara lain dengan memperhatikan statistik peserta.
Perlunya Calendar of Event bagi Amatir Radio Indonesia. Untuk itu, Orpus akan mengirimkan daftar kegiatan ke Orpus agar Orda meng-konfirmasi jenis, waktu dan penyelenggaraan kegiatan.
Apabila suatu ORARI Daerah dapat menyelenggarakan suatu kegiatan sebanyak tiga kali berturut-turut dan terlaksana dengan baik, maka kegiatan tersebut diusulkan masuk ke dalam kalender tetap secara nasional.


BIDANG PEMBINAAN & OPERASI
NOMOR PO - 05
TOPIK ANEKA LOMBA

1. LATAR BELAKANG
Kegiatan Aneka Lomba ketrampilan Amatir Radio adalah merupakan upaya pembinaan dan peningkatan ketrampilan Amatir Radio, serta sebagai ajang ujicoba kemampuan Amatir Radio, baik yang dilakukan pada lokasi-lokasi tertentu.

2. PERMASALAHAN
a. Belum ada standar dan ketentuan yang baku dalam melaksanakan kegiatan Aneka Lomba Amatir Radio, sehingga sering menimbulkan permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
b. Adanya kegiatan lomba Amatir Radio yang tidak sesuai dengan ketentuan tentang kegiatan Amatir Radio, seperti lomba track dengan high power.

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT
Perlu disusun standar dan ketentuan yang baku dalam pelaksanakan kegiatan Aneka Lomba Amatir Radio.

4. PEMECAHAN MASALAH
USUL/ ALTERNATIF DISEPAKATI
Lomba-lomba perlu memperhatikan tingkatan kecakapan Amatir Radio yang mengikutinya.


BIDANG PEMBINAAN & OPERASI
NOMOR PO - 06
TOPIK QSL BIRO

1. LATAR BELAKANG
Kartu QSL bagi Amatir Radio tidak hanya berfungsi sebagai konfirmasi dari suatu kegiatan Komunikasi, namun berfungsi pula sebagai bukti dari prestasi Amatir Radio dalam melakukan kegiatan.
Pasal 29 dari KM 49 tahun 2002 menetapkan persyaratan pembuktian prestasi Amatir Radio dengan menunjukkan sejumlah Kartu QSL yang dimiliki sebagai salah satu syarat untuk ujian kenaikan tingkat.
Keputusan Ketua Umum ORARI Nomor : KEP-010/OP/KU/2007 tanggal 7 Januari 2007 tentang Pedoman Kartu QSL dan Pedoman Tatakerja Biro QSL
Biaya pengiriman Kartu QSL secara direct cukup mahal.

2. PERMASALAHAN
a. Masih banyak anggota belum memahami tentang standar bentuk dan ukuran serta berat QSL, sehingga Biro QSL mengalami kesulitan dan proses pengiriman QSL Card.
b. Belum semua QSL Biro ORARI Daerah dan Lokal berfungsi sebagaimana mestinya, sebagaimana ketentuan Keputusan Ketua Umum ORARI Nomor : KEP-010/OP/KU/2007 tanggal 7 Januari 2007 tentang Pedoman Kartu QSL dan Pedoman Tatakerja Biro QSL.
c. Seringnya QSL Biro ORARI Pusat mengalami kesulitan dalam mendistribusikan kartu QSL dari luar negeri, karena alamat QSL Biro ORARI Daerah yang kerap berubah dan tidak memberitahukan kepada QSL Biro ORARI Pusat.

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT
a. ORARI Daerah segera membenahi pengelolaan QSL Biro di tingkat Daerah dan Lokal.
b. ORARI Daerah segera mengirimkan kembali data dan alamat QSL Biro Daerah kepada ORARI Pusat.
c. ORARI Pusat meningkatkan frekuensi distribusi in bond QSL Card.

Tambahan Usulan:
QSL card dapat digunakan sebagai media promosi pariwisata tanah air.

4. PEMECAHAN MASALAH
USUL / ALTERNATIF DISEPAKATI
Orda diharapkan terus mendorong anggotanya untuk mengudara di frekuensi.

BIDANG PEMBINAAN & OPERASI
NOMOR PO - 07
TOPIK ORARI AWARD

1. LATAR BELAKANG
Dalam dunia Amatir Radio, Award's adalah merupakan kebanggaan dan bukti prestasi serta motivator peningkatan ketrampilan dari para Amatir Radio.
ORARI telah menerbitkan Award's yang diburu oleh para amatir radio diseluruh dunia, dengan demikian Award's yang diterbitkan ORARI juga merupakan media motivasi bagi amatir radio manca negara untuk sebanyak-banyaknya melakukan komunikasi dan memiliki kartu QSL dari Amatir Radio Indonesia, yang berdampak meningkatnya semangat dan aktifitas amatir radio Indonesia dalam melakukan komunikasi DX dan mempromosikan Pariwisata Indonesia ke manca negara

2. PERMASALAHAN
Masih banyak anggota maupun Pengurus ORARI yang belum memahami tentang Amateur Radio Award

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT
Agar ORARI Pusat menerbitkan ketentuan tentang Penerbitan ORARI Award yang memberikan kesempatan bagi setiap ORARI Daerah yang memenuhi syarat untuk dapat menerbitkan ORARI Award untuk diburu oleh Amatir Radio dari seluruh dunia.

4. PEMECAHAN MASALAH
USUL / ALTERNATIF DISEPAKATI
ORARI Daerah diharapkan terus mendorong anggotanya untuk mengudara di frekuensi.
Award Checker ditunjuk oleh ORARI Daerah dan dilaporkan kepada ORARI Pusat. Untuk itu, ORARI Pusat membuat surat resmi agar ORARI Daerah menunjuk Award Checker.
ORARI Pusat perlu menyampaikan pemberitahuan kepada Kantor Pos Besar perihal IRC untuk dapat diteruskan ke jaringan kantor pos se-Indonesia


BIDANG PEMBINAAN & OPERASI
NOMOR PO - 08
TOPIK ISLAND ON THE AIR (dalam rangka AMATEUR RADIO DX-PEDITION)

1. LATAR BELAKANG
Kegiatan Amateur Radio Island On The Air adalah salah satu kegiatan Amatir Radio yang diminati oleh Amatir Radio diseluruh Dunia, sebagai ajang ujicoba peralatan dan kemampuan Amatir Radio dalam melakukan kegiatan komunikasi dari pulau-pulau terpencil.
Indonesia adalah merupakan negara maritim yang memiliki banyak pulau, dan tidak sedikit pulau yang berada di perbatasan dan sangat rawan tentang kepemilikannya, serta mengakibatkan kerugian luas teritorial Negara Indonesia.
Kegiatan Amateur Radio Island On The Air dapat dimanfaatkan tidak saja sebagai ajang ujicoba peralatan dan kemampuan Amatir Radio, dapat pula dimanfaatkan sebagai saran promosi pariwisata, menginformasikan kepada dunia bahwa pulau tersebut adalah milik Indonesia.
Pasal 15 KM 49 tahun 2002 mengizinkan Amatir Radio dari manca negara yang berada di Indonesia untuk melakukan kegiatan Amateur Radio Dx-Pedition tanpa mempersyaratkan reciprocal agreement.

2. PERMASALAHAN
a. Kurangnya minat dan dukungan Pemerintah untuk meningkatkan kegiatan Island On the Air khususnya untuk pulau-pulau yang berada di wilayah perbatasan dan rawan permasalahan dengan Negara tetangga.
b. Kegiatan Amatir Radio warga negara asing yang akan melakukan kegiatan Amateur Radio Dx-Pedition, perlu pengawasan khusus, sehingga tidak akan menimbulkan permasalahan penyalahgunaan kegiatan pada hal-hal yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT
ORARI Daerah yang berada di wilayah perbatasan, agar menggalakkan kegiatan Island On the Air, yang bekerjasama dengan ORARI Daerah lain serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat.
Tambahan Usulan:
Kepri: Perlu ada Tim Nasional dari ORARI untuk melakukan kegiatan IOTA, dan mengikuti kontes-kontes dunia.

4. PEMECAHAN MASALAH
USUL/ALTERNATIF DISEPAKATI
ORARI Pusat diharapkan memprakarsai pembentukan Tim Nasional dari ORARI untuk mengikuti kontes-kontes dunia dan melakukan kegiatan DX-Pedition dalam bentuk IOTA.

BIDANG PEMBINAAN & OPERASI
NOMOR PO - 09
TOPIK PERAN ORARI DALAM MASYARAKAT

1. LATAR BELAKANG
a. ORARI sebagai organisasi hobi di bidang komunikasi radio dan elektronika senantiasa diharapkan peran aktifnya sebagai sebagai unsur utama dalam pengendalian dukungan komunikasi dalam kegiatan penanggulangan bencana
b. Sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitasnya sesuai Undang-undang nomor 24 tahun 2007, ORARI dituntut untuk lebih profesional dalam mendukung upaya pelaksanaan penanggulangan bencana disetiap jajarannya.
c. Selain dalam keadaan darurat, peran ORARI juga diharapkan dalam mensukseskan berbagai kegiatan pemerintah dan masyarakat.
2. PERMASALAHAN
Belum adanya system pengelolaan kegiatan dan pembinaan potensi ORARI dalam implementasi butir keenam kode etik sehingga kegiatan public servicenya masih dinilai sebagai suatu spontanitas yang positif namun belum tersistem.
3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT
a. Menyusun suatu sistem yang menata pengelolaan dan pembinaan potensi Amatir Radio dalam melaksanakan kegiatran kemasyarakatan/ public service yang meliputi
1) Dukungan Komunikasi pada Emergency Service, Event & Expedition
2) Community Service / Bakti sosial

b. ORARI Daerah berdasarkan protap yang dikeluarkan ORARI Pusat, menggerakkan ORARI Lokalnya untuk :

1) Membentuk Satuan tugas yang disiapkan secara khusus untuk tugas-tugas kemanusiaan dan tugas-tugas kemasyarakatan.

2) Menggelar kegiatan public service dalam bentuk "bakti sosial", sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus sebagai kegiatan public relations ORARI.

c. Sesuai dengan hasil Munas VIII ORARI tahun 2006 di Bali, merekomendasikan kepada ORARI Pusat untuk :

1) Membentuk kelompok kerja yang terdiri atas unsur ORARI Pusat dan ORARI Daerah yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman pengelolaan kegiatan penanggulangan bencana untuk menyusun prosedur tetap "Sistem Pengelolaan dan Pembinaan Potensi Penanggulangan Bencana".
2) Menerbitkan dan mendistribusikan buku "Pedoman Pengelolaan Kegiatan Penanggulangan Bencana", "Pedoman Pembinaan Potensi Penanggulangan Bencana" selambat-lambatnya akhir tahun 2007.
3) Berkoordinasi dan mengadakan perjanjian kerjasama dengan instansi pemerintah dan instansi terkait.

Tambahan Usulan:
DKI : Perlunya juklak penanggulangan bencana bagi Amatir Radio.
DIY: Perlunya frekuensi tertentu yang dipergunakan dalam kondisi darurat (bencana) mengingat Amatir Radio telah mempunyai alokasi frekuensi tertentu.
YB2SV: ORARI Pusat perlu menyusun contingency plan terkait penanggulangan bencana, antara lain berisikan: bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh ORARI dsb.

4. PEMECAHAN MASALAH
USUL / ALTERNATIF DISEPAKATI


BIDANG PEMBINAAN & OPERASI
NOMOR PO - 09 A
TOPIK PENANGGULANGAN BENCANA

1. LATAR BELAKANG
Indonesia secara geografis berada pada wilayah yang memiliki potensi bencana alam yang sangat tinggi, Komunikasi Radio adalah suatu sarana yang handal dalam upaya penanggulangan bencana.
Amatir Radio adalah suatu potensi nasional dalam bidang komunikasi, yang sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana, baik penyampaian Informasi dini, operasi tanggap darurat maupun rehabilitasi.
Sesuai Undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, ORARI dituntut untuk meningkatkan kemampuannya dalam pelaksanaan penanggulangan bencana.

2. PERMASALAHAN
a. Belum adanya standard operasi penggulangan bencana, mengakibatkan kurang lancarnya saat pelaksanaan operasi penanggulangan bencana.
b. Belum dibentuknya team khusus yang terlatih dalam penanggulangan bencana yang setiap saat dapat digerakan ke lokasi bencana.
c. Koordinasi dengan instansi pemerintah yang tidak lancar, mengakibatkan kesulitan dalam pelaksanaan operasi penggulangan bencana.

3. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT
a. Perlu dibentuk ORARI Emergency Team yang terlatih dan setiap saat dapat digerakkan di lokasi bencana.
b. Perlu diterbitkan Standard Operasi Penanggulangan Bencana dan penetapan Frekuensi Standby seluruh ORARI Emergency Team.
c. Perlu ditingkatkan kegiatan pelatihan anggota ORARI dalam kemampuan penanggulangan bencana khususnya dibidang komunikasi, dengan melakukan koordinasi dengan Pemerintah dan instansi terkait lainnya

4. PEMECAHAN MASALAH
Tambahan Usulan :
NTB : Perlunya pendidikan mitigasi bencana bagi Amatir Radio.


BIDANG PEMBINAAN & OPERASI
NOMOR PO - 10
TOPIK MONITORING

2. LATAR BELAKANG
a. Gangguan pada hampir seluruh band amatir radio dari stasiun radio tidak berhak kian merajalela.
b. Frekuensi penerbangan yang berdekatan dengan frekuensi Amatir Radio pada HF 10 Mhz, telah mengalami gangguan yang sangat serius, karena stasiun yang mengudara pada frekuensi tersebut menggunakan moda dan power yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c. Kian maraknya Amatir Radio menggunakan penambahan alat pengubah audio pada band Frekuensi HF, yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. PERMASALAHAN
a. Penindakan dari instansi yang berwenang terhadap stasiun radio pengganggu tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
b. Masih terdapat anggota ORARI yang tidak menjunjung tinggi kode etik dan mematuhi ketentuan yang berlaku, baik tentang penggunaan frekuensi, moda, batasan power, operating precedure dan sebagainya, bahkan dilakukan oleh mereka yang telah memiliki IAR tingkat Penggalang dan Penegak.
c. Kurang dipahaminya Peraturan Perundang-Undangan tentang telekomunikasi oleh sebagian besar masyarakat.

4. USUL / ALTERNATIF TINDAK LANJUT
a. Agar setiap ORARI Lokal dan ORARI Daerah meningkatkan kegiatan ORARI monitoring system dan bekerja sama dengan instansi terkait, agar penindakan terhadap stasiun radio pengganggu dapat berjalan dengan baik.
b Agar setiap ORARI Lokal dan ORARI Daerah melakukan pembinaan terhadap anggota yang melanggar Peraturan Perundang-Undangan
c. Agar setiap ORARI Lokal dan ORARI Daerah melakukan penertiban terhadap anggota yang melanggar Peraturan Perundang-Undangan .

5. PEMECAHAN MASALAH
USUL / ALTERNATIF DISEPAKATI

Artikel lainnya
Strategi bagaimana cara mendapatkan HI Scores saat mengikuti Contest Internasional
Situs Pendidikan & Latihan ORARI

  Username
  @orari.or.id
  Password
 
 
LAPAN-ORARI Satellite
DX Bulletin 52 ARLD052
ARLP050 Propagation de K7RA
The 37th SEANET CONVENTION 2009
GUEST OPERATOR PERMIT APPLICATION PROCEDURE
:: Selengkapnya ::


27964

|||||
|||||||

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi ORARI : redaksi@orari.or.id
Copyright © 2007 orari.or.id
design by GemariOnline