Radio Siaran Pertama Zaman Hindia-Belanda

Mengikuti perkembangan di bidang radio siaran (broadcast) di negeri Belanda pada masa pasca PD-I, di samping stasiun-stasiun broadcast untuk jangkauan domestik, timbul juga keinginan beberapa fihak untuk menyelenggarakan siaran yang ditujukan ke negeri-negeri jajahan Belanda di seberang lautan, dan salah satunya ke timur, ke tanah jajahan mereka yang terletak di arah timur, yaitu Hindia Belanda.

Pada bulan Maret 1927 transmisi ke timur ini mulai bisa diterima dengan baik, dan pada 1 Juni tahun itu juga, Ratu Belanda berbicara secara langsung melalui pemancar di kantor pusat perusahaan Philips di Eindhoven ke rakyat-nya di Hindia Belanda.

Pada tanggal 18 Juni 1927 berdirilah PHOHI (Phillips Omroep Hollandsche India), yang menyelenggarakan siaran-siarannya dari kompleks pabrik Philips di Huizen (kota ini dipilih dengan pertimbangan bahwa sistim antena untuk transmisi radio jangkauan jarak jauh (DX) memerlukan grounding yang baik, dan kondisi tanah di Huizen dianggap sangat sesuai untuk keperluan tersebut).

Di Hindia Belanda sendiri mulai bermunculan kelompok-kelompok pendengar baik dari orang-orang Belanda yang tinggal di sini maupun dari lingkungan Boemipoetra sendiri. Dari hanya sekedar kelompok pendengar, lama kelamaan timbul keinginan untuk mendirikan stasiun radio siaran sendiri, yang bisa diisi dengan programa (acara) yang Iebih sesuai dengan kondisi di negeri ini.

Kelompok-kelompok radio siaran ini bergabung dalam Bond van Nederlands-Indische Radio Verenigingen/Perserikatan Perkoempoelan Radio Hindia Belanda. Salah satu kelompok yang terbesar adalah BRV (De Bataviaasche Radio Vereniging/Perkoempoelan Radio Batavia) yang berdiri pada tanggal 16 Juni 1925 di Weltevreden (Jakarta Pusat sekarang) dan mengudara dan i Hotel Des lndes (sekarang kompleks Duta Merlin di JI. Gajahmada), dengan siaran lokal (stadzender) pada gelombang 157.89 mtr dan 61.66 mtr untuk "programa nasional" (archipelzender).

Kalau BRV diawaki warga Belanda, radio siaran pertama yang diawaki Boemipoetra adalah SRV (Solosche Radio Vereniging), yang mengudara tanggal 1 April 1933 di Solo.

Dalam pada itu, keinginan Pemerintah Hindia Belanda untuk mempu¬nyai jaringan penyiaran sendiri (bukan jaringan "swasta") tersalur dengan berdirinya NIROM (Nederlands lndische Radio Omroep Maat-schappij/Maskapai Radio Penyiaran Hindia Belanda), yang stasiun pertamanya mengudara pada 1 April 1934 dengan pemancar 1 kW dani Tanjung Priok.

Siaran reguler baru dimulai pada bulan September 1934, dan pada tahun 1937 NIROM sudah mengudara hampir di seluruh archipel (= kepulauan, maksudnya wilayah Nusantara). Pada awal dekade 40an NIROM berkennbang dan sudah mengudara di hampir semua ibukota Karesidenan di P. Jawa, seperti di Surabaya yang bekerja di gelombang 67.11 mtr, Semarang 122.4 mtr, Malang 191 mtr, Tjepoe 185.4 mtr, sena hampir semua kota besar di luarJawa.

Anggapan bahwa NIROM adalah sekedar corong dan i pemerintah kolonial mendorong berdirinya perkumpulan-perkumpulan radio siaran ash i bangsa Indonesia - yang diawali dengan berdirinya VORO (Vereniging Oostersche Radio Omroep/Persatoean Radio Penyiaran Ketimoeran) di Jakarta. Dr. Abdurrachman Saleh berada di belakang berdirinya VORO, yang awalnya bekerja dengan daya pancar 40 watt, ditingkatkan menjadi 75 watt, untuk terahhir diperkuat lagi menjadi 200 watt dan memancar pada gelombang 88 meter.

ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia

Gedung Prasada Sasana Karya
Jl. Suryopranoto No. 8 - Jakarta 10130
Telp. : +62 21 6326788
Fax. : +62 21 6326785
Email : hq@orari.or.id
Facebook   Twitter   Google Plus   Pinterest   Youtube  
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Copyright © 2016 ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Seluruh materi dan konten dilindungi oleh hukum atas hak cipta
Organisasi Amatir Radio Indonesia Pusat
ORARI is a member of International Amateur Radio Union Region 3
Orari Pusat RSS   |   Member Update RSS   |   RSS   |   Atom
To Top