Hari Lahir Orari - 9 Juli 1968

Pada hari Selasa 9 Juli 1968, beberapa tokoh radio amatir berkumpul di Sekretariat Negara di Jakarta. Semula tujuan pertemuan adalah untuk membahas PP no. 21 tahun 1967 (Lembaran negara no. 35 tahun 1967 dan penjelasan tambahan pada Lembaran Negara no 2843 tahun 1967) tentang radio amatir dan amatir radio di Indonesia yang baru disyahkan.

Pada kesempatan tersebut di samping dari Jakarta hadir pula wakil-wakil amatir radio dari Jawa Tengah & Yogyakarta (Imam Purwito YB2AB, MA Djahari YB2AG, Arifin YB2AC, Soetejo YB2AD, S Mangestijati YB2A0 dan Soeyono Soeparto YB2AU), Jawa Timur (Supardi YB3DD), Jawa Barat, serta unsur-unsur dari DETELRI, HUBDAM (Perhubungan Angkatan Darat) dan berbagai instansi yang berhubungan dengan radio telekomunikasi.

Karena dianggap unsur-unsur yang hadir sudah memadai, atas usulan Harry Sembel YBOBR rapat tersebut kemudian langsung dijadikan Musyawarah Nasional (MUNAS ke I), yang sekaligus mengesahkan berdirinya ORARI - Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia *)

Pada MUNAS I ini Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (yang sudah disusun sebelumnya dan kemudian di syahkan melalui SK Menteri) dijadikan sebagai landasan hukum, serta hari Selasa tanggal 9 Juli 1968 ditetapkan sebagai hari jadi ORARI.

MUNAS I juga menetapkan Let.Jend TNI (Purn) Dr Rubiono Kertopati, yang saat itu menjabat sebagai Ketua DETELRI, menjadi Ketua Umum ORARI yang pertama untuk masa bakti tahun 1968-1971, sedangkan sebagai pelaksana hariannya ditetapkan Koentojo YBOAV.(SK).

Pada awalnya ORARI hanya mencakup pulau Jawa saja, yang terdiri atas 4 "Regional" yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tenaga penguji yang ada di Dewan Telkom saat itu sangat terbatas dan sebenarnya hanya untuk menguji calon Operator dan Markonis radio, maka Dewan belum mungkin menyelenggarakan ujian untuk calon anggota ORARI. Untuk itu ORARI kemudian diberi wewenang sementara untuk menyelenggarakan sendiri ujian Amatir Radio bagi calon anggotanya.

Untuk mengurus keperluan perizinan anggota ditunjuk wakil tetap ORARI di Dewan Telekomunikasi RI, masing-masing Hasan Koesoema YBOAH dan.Herry Sembel YBOBR.

*) Singkatan ORARI yang semula (pada saat berdirinya) merupakan singkatan dari ORGANISASI RADIO AMATIR REPUBLIK INDONESIA sejak MUNAS II secara resmi dirubah menjadi ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA (karena penggunaan kata Republik Indnesia pada nama organisasi atau badan HANYA diperbolehkan di lingkungan institusi/lembaga kenegaraan saja)

ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia

Gedung Prasada Sasana Karya
Jl. Suryopranoto No. 8 - Jakarta 10130
Telp. : +62 21 6326788
Fax. : +62 21 6326785
Email : hq@orari.or.id
Facebook   Twitter   Google Plus   Pinterest   Youtube  
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Copyright © 2016 ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Seluruh materi dan konten dilindungi oleh hukum atas hak cipta
Organisasi Amatir Radio Indonesia Pusat
ORARI is a member of International Amateur Radio Union Region 3
Orari Pusat RSS   |   Member Update RSS   |   RSS   |   Atom
To Top